Selandia Baru Melarang Penggunaan Huawei Untuk Jaringan 5G

Febby Cynthia - 29 Nov 2018

Tamparan bagi Huawei, Selandia Baru telah memblokir penggunaan peralatan Huawei untuk jaringan 5G di negara tersebut. Selandia Baru juga telah membatasi penggunaan teknologi Huawei untuk jaringan data seluler generasi mendatang di negara tersebut. Bersama dengan AS, Australia, dan beberapa negara lain, sekarang Selandia Baru juga telah bergabung dengan klub tersebut.

Berita ini terungkap setelah perusahaan Spark yaitu operator telekomunikasi besar di negara itu, tidak dapat menggunakan teknologi 5G Huawei. Penolakan penggunaan perangkat Huawei terjawab setelah dinas intelijen negara menolak proposal yang disebabkan karena "risiko keamanan jaringan nasional".

Perusahaan raksasa besar di Cina, seperti Huawei dan ZTE telah dilarang penggunaannya di AS dan negara lain beberapa kali. Banyak negara menuduh bahwa perusahaan-perusahaan ini mengirim data ke server di Cina. Padahal sebelumnya Huawei telah membantu membangun jaringan seluler di Selandia Baru.

Langkah serupa diambil oleh Australia pada bulan Agustus. Keputusan itu diambil atas rekomendasi oleh Amerika Serikat yang mengatakan bahwa penggunaan teknologi 5G dari Huawei membuat seluruh jaringan rentan terhadap serangan yang dapat mengintai atau interferensi.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Australia pernah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa, "AS mendukung jaringan telekomunikasi yang aman dan rantai pasokan yang terbebas dari pemasok yang tunduk pada kontrol pemerintah asing atau pengaruh yang tidak semestinya." Oleh sebab itu, sekarang AS juga meminta sekutu dan kawan-kawan untuk pertimbangkan keputusan yang sama dalam penggunaan peralatan untuk teknologi jaringan selanjutnya.

Dalam membalas tuduhan ini, Huawei mengatakan bahwa mereka sedang mencari letak permasalahannya dan akan segera aktif mengatasinya. Mereka juga menambahkan bahwa Huawei adalah perusahaan swasta yang tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah Cina.

Perusahaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “Sebagai G.C.S.B. telah mencatat, ini adalah proses yang berkelanjutan dan Kami akan segera aktif menangani masalah apa pun dan berusaha untuk menemukan jalan penyelesaian untuk ke depan."

Sekarang para anggota parlemen AS khawatir tentang bisnis perusahaan di negara maju seperti Korea Selatan. Sementara negara-negara berkembang terus menggunakan teknologi Huawei karena kualitas yang tak tertandingi dengan harga yang terjangkau.

Artikel Terkait

Video Pilihan