Google Harus Hentikan Proyek Pelacak "Dragonfly"

Sandi - 06 Okt 2018

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence mengatakan bahwa proyek "Dragonfly" yang dimilik Google harus dihentikan. Pence mendesak kepada pihak Google untuk mengakhiri pengembangan aplikasi Dragonfly yang bisa melacak penelusuran seseorang di internet.

Pada pidatonya pada Kamis (04/10/18), Pence mengatakan bahwa proyek yang kabarnya diperuntukan untuk negara China secara langsung akan mengancam privasi warga China.

FILE PHOTO: U.S. Vice President Mike Pence delivers a speech at the Republican National Lawyers Association (RNLA) in Washington, U.S., August 24, 2018. REUTERS/Chris Wattie/File PhotoFILE PHOTO: U.S. Vice President Mike Pence delivers a speech at the Republican National Lawyers Association (RNLA) in Washington, U.S., August 24, 2018. REUTERS/Chris Wattie/File Photo

Selain itu Wapres Pence menilai jika proyek "Dragonfly" yang dikembangkan Google tersebut sangat rentan untuk dimanfaatkan untuk kepentingan politik partai komunis di China.

“Google harus segera mengakhiri pengembangan aplikasi ‘Dragonfly’ yang akan memperkuat sensor Partai Komunis dan membahayakan privasi pelanggan China,” ucap Pence seperti yang dilansir Smartphoneku dari Reuters.

Google sendiri merupakan perusahaan yang mampu menciptakan mesin pencari di internet. Melalui Google masyarakat bisa bebas mencari apapun dan informasi bisa diakses dengan mudah disana.

Tetapi bagi Pence jika proyek Dragonfly milik Google sangat ironi. Melalui proyek tersebut Pence menilai jika Google justru membatasi kebebasan warga China bahkan mendukung praktik penindasan.

“Jika itu berarti menyerahkan kekayaan intelektual mereka atau mendukung penindasan Beijing,” ucap Pence seperti yang dilansir Smartphoneku dari Reuters,Jumat (5/10/2018).

Proyek Dragonfly sendiri merupakan mesin pencari Google yang dikabarkan dibuat untuk negara China. Mesin pencari Dragonfly nantinya bisa melacak riwayat pencarian pengguna.

Pengguna yang menulis pencarian mengenai topik-topik yang dilarang oleh pemerintah China bakal secara otomatis bisa ditelusuri identitasnya. Proyek ini dikabarkan juga adalah upaya Google untuk bisa masuk ke pangsa pasar di China walaupun proyek tersebut malah membuat polemik di kalangan internal mereka.

Pada pertengahan September lalu dikabarka ada tujuh karyawan Google dilaporkan memilih keluar. Mereka keluar sebagai bentuk penolakan atas proyek mesin pencari tersebut.

Menurut salah satu pegawai yang keluar yakni Jack Poulson dirinya keluar karena terbentuk oleh tanggung jawab etis.
Menurutnya, dengan menggarap proyek Dragonfly, Google telah merampas komitmen hak asasi manusia yang digaungkan sejak lama.

CEO Google, Sundar Pichai, sempat menanggapi rumor tentang Dragonfly pada pertemuan karyawan, Agustus 2018. Ia menekankan bahwa Google tidak akan mengembalikan mesin pencarinya di China dalam waktu dekat.

Namun begitu, ia mengatakan, ada manfaat yang didapatkan oleh Google pada masa mendatang jika masuk lagi ke China. “Saya yakin Google bakal memiliki dampak positif ketika terlibat di seluruh dunia,” ujarnya. [NM/HBS]

Video Pilihan

Artikel Terkait